January, 1st 2015

Page 1 from 365 days.

Akibat dari begadang sampe jam 1 malem, akhirnya saya kebangun jam 10an siang. Itupun rasanya badan retak-retak semua (Kebiasaan gabisa tidur lewat dari jam 12 malem._.).

Yaaa gak ada yang special sih dari bangun tidur sampe malem juga._. Tapiii ada beberapa kejadian yang agak absurd sih (mungkin) tadi siang. Jadi ceritanya ada tetangga -perumahan lama yang pernah kita tinggal dulu- ngundang ke acara khitanan anaknya gitu, pas masuk dateng langsung disuruh makan. Pas lagi makan ini, mama tiba-tiba nanya gini
“Kok di sebelah anak itu ada bapak-bapak yang pake sarung juga?”
Saya mah jadi kayak nyari-nyari gitu. Eh pas udah liat, saya langsung jawab
“Mungkin bentuknya udah jelek kali yang kemaren”
Eh mama langsung ketawa-ketawa gitu, untung gak sampe orang lain kaget wkwk. Makan udah selesai kita gak langsung pulang sih, denger beberapa lagu dulu gitu dari tamu-tamu yang nyumbangin lagu buat ngeramein acara.

Pas sampe dirumah saya ngelanjutin nyetrika baju (ceritanya rajin). Terus sambil nonton last episodenya My Love From The Star juga, disini saya ngapus air mata gak lagi pake tissue tapi pake anduk. Sumpah saya benci banget harus nangis tapi sumpah emang filmnya tuh bagus-_- walhasil saya nangis sambil nyetrika baju gitu. Parah pokoknya wkwk.

Then malemnya sih biasa aja, cuma nonton Toy Story 3 tapi dikit terus something happened. Finally itu dia short story untuk hari ini. See you next post, anyway.

Naskah Drama – Sahabat yang Tertunda

Saat hari libur telah usai, Pupu dan ibunya pun mulai bersiap berangkat kesekolah di pagi hari. Ibunya adalah seorang kepala sekolah sekaligus pemilik yayasan. Ibunya termasuk orang yang berpengaruh di dunia pendidikan, prestasi yang pernah diukirnya pun telah merambah ke dunia internasiona. Beliau juga adalah orang yang sangat sombong dan angkuh karena jabatan dan kekuasaan yang diperolehnya sekarang. Begitu pula dengan anaknya, Pupu. Dia begitu sombong, egois, dan suka memandang rendah orang lain hanya karena dirinya adalah anak dari pemilik yayasan sekolah terkenal dan memiliki segudang prestasi di bidang seni. Jadilah percakapan antara anak dan ibu yang sama-sama memiliki sifat tercela itu..

GuruA: hei cepat cepat. Hari pertama sekolah tidak boleh terlambat bukan?

Pupu: (tersenyum simpul) siap bu! (hormat kepada ibunya)

GuruA: Ada ada saja. Kita ini keluarga terpandang, jangan lakukan itu dihadapan orang lain

Pupu: baiklah (sambil meraih tas yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri)

GuruA: ayolah cepat, kita nanti terlambat (berjalan mendahului anaknya)

Pupu: siap (menyusul ibunya dari belakang)

Kemudian samapailah mereka di aula sekolah. GuruA pun memeberikan sambutan untuk acara penerimaan siswa didik baru yang didampingi oleh GuruB..

GuruA: pada kesempatan kali ini saya sebagai ketua yayasan dan kepala sekolah menyambut siswa baru dengan suka cita. Dan berbangga hati saya mendapatkan siswa terbaik yang pernah saya punya. Baiklah kita panggilkan saja siswanya yaitu Pupu Juniar.

Siswa: (bertepuk tangan)

Pupu: (maju menuju podium dan menyampaikan pidato singkat) terimakasih kepada kepala sekolah yang saya hormati. Saya pun juga berbangga hati menjadi bagian dari sekolah ini. Sekian dan terimakasih. (duduk di tempat semula)

GuruA: baiklah, dengan ini saya resmikan penerimaan siswa baru tahun ini

Siswa: (bertepuk tangan)

GuruB: setelah itu pembagian untuk kelas A dan kelas B. Kelas A ditempati Liya dan Pupu. Sedangkan kelas B ditempati oleh Berli dan Rafika.

GuruA: dan sekian penyambutan dari kami, dan untuk para siswa diharap masuk ke kelasnya masing-masing.

Setelah semua murid masuk ke kelasnya masing-masing. Murid B mendapatkan kelas yang kotor dan tak terawat yang ada di sekolah itu. Karenanya mereka dianggap murid buangan oleh warga sekolah yang lain. Bahkan menyanyi pun mereka dilarang dan hanya akan ditertawakan jika tetap bersikeras ingin membuktikan keahlian yang sebenarnya tidak terlalu mahir dibandingkan muridA.

GuruB: hai anak-anak

Rafika: hai bu, saya rafika mohon bantuannya.

Berli: ya bu, mohon bantuannya (membungkuk kemudian duduk kembali ke tempat semula)

GuruB: kenapa kalian duduk di sini?

Berli dan Rafika: (celingak celinguk menjelajah ke seluruh ruangan)

GuruB: oh ya, aku mengerti. Sekarang pilihlah tempat duduk yang kalian ingin

Setelah semuanya memilih tempat yang duduki..

GuruB: baiklah murid murid. Pada kali ini kita akan mempelajari tentang nada nada musik.

Berli: kapan kita akan bernyanyi?

GuruA: murid buangan, ups, maksudku murid cadangan, tidak akan bernyanyi nona cilik. Kalian

hanya akan mengiringi kami para murid terpilih. Mohon maaf atas gangguannya bu, aku hanya melihat-lihat tempat ini (meninggalkan ruangan)

Rafika: mengerikan

Sementara itu, di ruang kelas A yang nyaman dan bersih. Liya dan pupu sudah duduk dengan nyaman di bangku-bangku yang tersusun rapi. Pada awalnya liya berusaha mendekati Pupu setelah mengetahui bahwa Pupu adalah murid terbaik sekaligus anak dari pemilik yayasan sekolah ini. Dia berpikir bahwa jika dia bisa berteman dengan pupu, maka dirinya akan mendapatkan kepopuleran dan kemudahan di sekolah itu. Ternyata pupu jauh lebih licik dan sombong daripada yang dibayangkannya..

GuruA: selamat siang anak anak, saya disini sebagai guru pembimbing kalian

Liya: (dengan tanpa malu malu menundukkan kepala dan menyapa akrab sang guru) senang berkenalan dengan ibu, mohon bantuannya.

Pupu: (merasa tidak senang ada yang mencuri perhatian ibunya, ia pun membuang muka saat Liya kembali duduk di kursinya)

GuruA: oh tidak arsipku ketinggalan. Maaf ya anak anak saya tinggal sebentar (pergi meninggalkan ruan kelas A)

Liya: hmm, kau Pupu kan? Kita bisa berteman? (menyodorkan tangannya)

Pupu: (membalas jabatan tangan yang diberikan oleh Liya) ya tentu saja, mungkin hanya akan jadi kacungku saja. (berkata seraya membuang muka)

Liya: apa? (menyadari ada kata kata yang mungkin meluncur dari mulut Pupu, teman barunya)

Pupu: tidak, mungkin kau hanya salah dengar (tersenyum sinis)

Liya: baiklah (pasrah karena tidak ingin memperpanjang masalah)

Di luar kelas, Liya dan Pupu sedang berlatih mengenai tarian barunya. Kemudian datanglah Rafika dan Berli..

Pupu: satu, dua, tiga..

Pupu dan Liya: (menari)

Rafika: hai, aku rafika

Berli: aku berli. Senang bertemu dengan kalian

Liya: memang kita senang bertemu dengan kalian (berkata mengejek)

Pupu: yah kurasa tidak (menoleh dan hanya tersenyum menghina)

Rafika: hei, kita kan teman satu sekolah.

Berli: tidak sepantasnya kalian berbicara seperti itu

Pupu: emang kita perduli (menoleh kepada Liya untuk mencari dukungan)

Rafika: ah sudahlah, lupakan! (menahan kesal kemudian pergi)

Setelah kejadian itu, rafika dan berli akhirnya bersepakat untuk tidak membahasnya lagi. Mereka lebih memilih untuk memaafkan perlakuan Liya dan Pupu yang diterimanya saat itu dan melupakannya.

Rafika dan berli: (menari dan menyanyi lagu Goodbye)

Berli: hei bukan seperti itu

Rafika: benarkah? Ha ha.. (tertawa malu)

Kemudian datanglah Pupu dan Liya yang berniat untuk mengganggu latihan Rafika dan Berli dengan mengusir mereka dari tempat latihan..

Pupu: hei, kita boleh dong minejm tempatnya

Berli: emang tempat latian kalian kenapa?

Liya: yah, bosen aja

Rafika dan Berli: (saling berpandangan, kemudian rafika pun angkat bicara)

Rafika: ya, silahkan

Pupu: em, makasih ya.. (berjalan berlawanan arah dengan rafika kemudian menabraknya dengan sengaja)

Liya: kita jail dong

Pupu: sukse (menepuk telapak tangan liya)

Akhirnya setelah kelompok A menghina kelompok B untuk kedua kalinya. Rafika dan Berli pun tidak dapat bersabar lagi dengan Pupu dan Liya. Mereka akhirnya merasa kesal dan jengkel atas perlakuan mereka.

Berli: eh kelompok A itu sombong banget yah?

Rafika: iya, aku aja ampe males ngeliatnya.

Berli: sama

Sementara di tempat lain Pupu pun akhirnya benar benar terlihat memperlakukan Liya dengan semena mena saat Pupu menyuruh Liya mengambil tas sekolahnya. Padahal mereka habis latihan dan sama sama sudah lelah, tapi Pupu tidak mau tahu dan tetap menyuruh Liya..

Pupu: (memainkan hp kemudian berkata pada Liya) eh, ambilin tas aku dong di kelas

Liya: eh kok nyuruh nyuruh gitu sih?

Pupu; emang kenapa? Gak suka? Yaudah, gak usah temenan aja! (meninggikan nada suaranya)

Liya: yaudah deh (memberikan buku yang dibacanya kepada Pupu dengan sedikit kasar)

Saat di perjalanan menuju kelas, Liya melihat kelompok B sedang berkumpul dan duduk di pinggir taman sekolah. Karena dia sudah jengkel dengan kelakuan si Pupu juga, maka ia memutuskan untuk bergabung dengan kelompok B yang selama ini mereka hina. Setelah dipikir pikir mungkin ini karma karena dirinya dulu pernah berniat memanfaatkan Pupu agar mendapatkan ketenaran ternyata hanya membawa petaka padanya. Dan ia pun memutuskan untuk berubah dan menjadi lebih bersahabat dengan kelompok B..

Liya: hei guys, boleh gabung gak?

Rafika: boleh, emang pupu kemana?

Liya: ada sih, cuma..

Berli: Cuma kenapa?

Liya: males aja, dia kan suka nyuruh nyuruh gitu

Rafika: yaudah, kita temenan aja

Berli: kalo gitu kamu gabung ama kita aja

Liya: makasih ya

Sementara ketika beberapa saat liya telah kembali ke tempat latihannya dan bertemu dengan Pupu kemudian merekapun latihan bersama seperti biasa. Dan datanglah rafika dan berli yang datang dengan maksud baik untuk berlatih bersama..

Pupu: satu dua tiga.. (menari bersama)

Rafika: hai, kita boleh ikutan gak?

Pupu: ikutan? kayak selevel aja

Rafika: eh, sombong banget jadi orang

Pupu: kenapa? Gak suka?

Berli: enggak

Pupu: hh yaudah, taruhan aja

Rafika: taruhan apa?

Pupu: battle dance tingkat nasional, bisa?

Rafika: bisa, liat aja

Pupu: yaudah, buktiin!

Sebulan kemudian, saat hari H akan dimulai kelompok B pun tampak gugup saat di backstage..

Berli: apakah kau gugup? (sambil mengambil dan mengenakan wedges yang telah dipersiapkannya)

Rafika: ya, tentu saja. Apa kau yakin kita akan menang?

Berli: ku rasa tidak

Rafika: bagaimana ini?

Berli: yah, pasrahkan saja

Di sisi lain panggung kelompok A pun tampak bersiap siap menggunakan high hells nya. Dan mereka pun bercakap cakap ringan untuk menghilangkan rasa gugup sejenak.

Liya: apa kau yakin kita bisa mengalahkan mereka?

Pupu: ya tentu saja, siapa sih yang bisa mengalahkan aku?

Liya: baiklah

Di panggung pun kata sambutan di sampaikan oleh GuruB dan GuruA..

GuruB: selamat siang semuanya, tibalah saat yang kita tunggu tunggu. Marilah kita sambut kelompokA..

Siswa: (bertepuk tangan)

KelompokA: (menari)

GuruB: kelompokA penampilan yang sangat memukau

Siswa: (bertepuk tangan)

GuruB: dan selanjutnya kita saksikan penampilan kelompok B

Siswa: (bertepuk tangan)

GuruA: kita beri tepuk tangan kepada kelompokB. Dan tibalah di penghujung acara, yaitu pengumuman pemenang. Pemenang kedua diraih oleh kelompok B. Kita sambut kelompok B

Kelompok B: datang ke podium kemudian menerima piagam dari guruB

GuruB: juara pertama kita, kelompok A

Kelompok A: menuju ke atas panggung dan menerima piagam dari guruA

Setelah pembagian piagam kepada para pemenang, liya menghampiri Pupu yang sedang melepas high helsnya di backstage. Kemudian datanglah rafika dan berli yang memberi selamat kepadanya. Dia pun akhirnya terharu apalagi setelah Liya memberinya nasihat

Rafika: selamat ya kamu berhasil

Pupu: ya tentu saja, bisa ditebak. Emm ngomong ngomong kenapa kalian masih baik?

Berli: baik? Tentu saja tidak

Rafika: kau kan menang, sudah seharusnya ada yang mengatakan bukan?

Pupu: ya terserahlah

Kelompok B: (pergi)

Liya: hei, lihatlah. Mereka terlau baik. Kita terlalu jahat, berubahlah

Pupu: (berpikir mempertimbangkan kata-kata liya)

Beberapa saat kemudian pupu pergi entah kemana. Karena merasa sendirian maka liya pergi bergabung kelompok B. Disitu pun mereka mulai berbincang bincang

Berli: sepertinya dia tidak akan pernah berubah

Liya: ya, aku rasa juga begitu

Pupu: (menepuk pundak berli)

Rafika: pupu (terkejut)

Pupu: iya ini aku. Yah teman teman aku minta maaf ya jika selama ini aku menyulitkan kalian

Rafika: kau kenapa?

Berli: cepat sekali kau berubah?

Pupu: yah, ini semua karena nasehat Liya. Jadi bagaimana? Kalian mau kan memaafkan aku?

Berli: tentu

Rafika: sebelum kau minta maaf kami juga sudah memaafkanmu

Pupu: jadi kita berteman?

Berli: tidak, kita bersahabat

*****************

 

Dikutip dari: http://pupujuniar.blogspot.com/2012/04/ini-dia-yang-ngebuat-gue-harus-lembur.html

Naskah Drama 10 Orang

Adegan 1:

Ps menyanyikan lagu “only hope” di atas panggung, sedangkan Pupu memotretnya dari kursi penonton.

Ps: (bernyanyi)

Pupu: (asik mengambil gambar ps dari bawah panggung)

Setelah acara selesai…

Pupu: bagaimana dengan yang ini? Ini? (sambil menunjukkan berlembar-lembar foto yang dibawanya)

Ps: tidak, tidak, tidak.. emm, yang ini boleh juga (hampir seluruh foto dikembalikannya kepada Pupu, sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam dompet. Namun tanpa sadar foto itupun terjatuh. Dan mereka yang tak menyadarinya pun langsung pergi begitu saja)

Adegan 2:

Pagi-pagi sekali handphone milik ps telah berbunyi, tanda sms masuk. Ps mengambil handphone nya dan membaca sms yang datang.

Ps: sudah siap untuk tes masuk club hari ini? (kemudian mengetik sms balasan untuk Pupu)

Pupu: (membaca sms yang masuk)  tentu saja.. kita bertemu di sana. Uh, dia selalu saja begini (menggelengkan kepala dan bersiap untuk pergi keluar rumah)

Sesampainya di tempat tes..

Pupu: sepertinya aku akan sangat gugup di dalam nanti

Ps: tenang saja, kita akan berhasil (mausk ke ruang tes dengan congkaknya)

Wawa: kalian akan berduet? (sambil menunjuk Pupu dan Ps dengan bolpoin yang digenggamnya)

Ps: seperti yang kau lihat (berkata dengan acuhnya)

Usi: baiklah, silahkan mulai (menatap dengan senyum yang mengembang)

Kemudian Pupu dan Ps menyanyikan lagu “maybe”. Dan setelah mereka berdua selesai bernyanyi, salah satu juri pun tersenyum sinis. Namun tak bersuara hingga juri yang lainnya mulai buka suara.

Wawa: baiklah, sepertinya sulit untuk memasukkan kalian berdua ke club ini bersama-sama. Bagaimana jika salah satu dari kalian akan di eleminasi?

Pupu: tidak, aku tidak akan masuk ke club ini jika dia tidak dapat ikut dalam club ini

Ps: tidak, aku akan tetap maju tanpa dia (berkata dengan santai dan pongahnya)

Pupu: apa yang kau katakan tadi? (raut wajahnya mulai terlihat lesu)

Ps: ya, aku akan tetap ikut club ini walau tanpa dirimu

Usi: tapi dia yang akan masuk club ini, bukan dirimu (senyum sinisnya belum juga sirna dari wajahnya)

Ps: siapa yang akan masuk? Dia? (menunjuk pupu yang sedaritadi menunduk lesu)

Usi: iya (mengangguk dengan mantapnya)

Ps: kau tuli, ha? Apakah kau tak mendengar ada nada hyang meleset saat ia bernyanyi tadi (katanya dengan gusar)

Wawa: tapi itulah keputusan kami dan tak dapat kau ganggu gugat.

Usi: kami lebih mengerti musik daripada kau anak manis (semburat senyum sinis sudah tak terlihat lagi, namun suaranya berubah datar dan kian dingin)

Ps: baiklah jika harus seperti itu. Siapa juga yang ingin masuk club tolol seperti ini. Ayo, kita pergi dari sini. (tangannya menarik lengan Pupu dengan gusar)

Pupu: tidak.. (katanya dingin)

Ps: apa? (katanya setengah berteriak kepada Pupu)

Pupu: aku akan tetap disini, pergi saja jika kau ingin pergi (melepaskan pegangan Ps)

Ps: oh, baiklah.. kalau seperti itu mulai detik ini kau bukan lagi sahabatku, Pupu. (katanya marah)

Pupu: sejak dulu aku memang bukan sahabatmu. Kau perlakukan aku seperti pembantumu (katanya berbalik marah)

Ps: ya, tentu saja. Karena kau hanyalah pecundang menyedihkan bagiku, pengkhianat

Pupu: (tersenyum sinis tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada ps)

Usi: ini kalung keburuntunganmu Pupu,

Pupu: (mengambilnya kemudian tersenyum puas kepada ps)

Ps: memuakkan! (pergi dengan marah)

Adegan 3:

Ditengah perjalanan pulang Ps marah-marah sendiri. Dia berteriak dengan kesal di jalanan, sampai akhirnya ada seorang wanita muda yang mengharmpirinya.

Septia: apakah ini milikmu? (mengulurkan selembar foto Ps yang sedang bernyanyi di panggung)

Ps: iya, bagaimana kau bisa mendapatkannya? (merogoh tas, dan mencari dompet di dalamnya) tak ada, apakah kau mencurinya?

Septia: tidak, aku menemukannya di dekat gedung tempat kau bernyanyi. Lagipula guru Wawa menitipkan ini untukmu (memberikan sebuah surat)

Ps: (menjangkau suratnya dengan lasak) apa ini?

Septia: tak tahu, bacalah (pergi meninggalkan Ps seorang diri)

Ps: (membaca surat tersebut dengan mata berbinar) hha, ternyata aku mendapat beasiswa masuk club itu. Aku akan menjadi murid istimewa.

Adegan 4:

Bel berbunyi. Saat semua murid masuk ke dalam ruang club, ps berjalan dengan santai ke ruang musik. Di tengah jalan ada dua gadis yang datang menghampirinya, Berli dan Rarap.

Berli: kau mau kemana?

Ps: club musik

Rarap: bukannya kau tidak diterima?

Ps: yang benar saja, aku murid istimewa?

Berli: benarkah? Kita sama, aku dan dia murid istimewa juga

Ps: (melihat penampilan Berli dan Rarap dari bawah ke atas)

Rarap: kenapa? Ada yang salah?

Berli: memang murid istimewa bukanlah yang terbaik, tapi murid buangan di club ini

Ps: apa?

Rarap: iya, murid buangan. Ayo kita masuk ruang ini. (menarik lengan PS menuju ke sebuah ruangan gelap dan pengap)

Berli: inilah dia, ruang anak istimewa

Ps: kalian sangat lucu.. ha..ha (tertawa datar dengan ekspresi bosan)

Rarap dan Berli tidak berkata apa apa karena seorang guru telah datang menghampiri mereka

Wawa: hey, kenapa kalian masih berdiri? Duduklah.

Ps: (celingak celinguk ke sana kemari, bingung karena semua kursi berserakan dan tak tertata rapi)

Wawa: yah, aku mengerti. Silahkan duduk dimanapun kau suka

Berli dan Rarap akhirnya duduk berdampingan, akhirnya Ps mengikutinya juga

Wawa: baiklah, kita akan membahas mengenai nada-nada musik yang akan kalian tulis?

Berli: kapan kita akan bernyanyi? (tanyanya bersemangat)

Usi: murid buangan, ups maksudku murid istimewa tidak akan bernyanyi nona cilik. Kalian hanya akan mengiringi kami para murid terpilih. Hei, maaf atas gangguannya bu, aku hanya numpang lewat disini (senyumnya terlihat meremahkan dan juga tak terlihat bersahabat)

Rarap: mengerikan!

Adegan 5:

Bunyi bel telah berdentang dua kali, sehingga para murid masuk ke kelasnya masing-masing.

Usi: anak-anak sebentar lagi sekolah akan mengadakan pentas seni, dan dari club musik haruslah menyumbangkan sesuatu untuk pertunjukkan.

Septia: apakah club istimewa akan ikut juga?

Usi: tentu saja tidak.

Liya: baguslah.

Di koridor, Ps pun terperanjat ketika mendengar hal itu. Akhirnya dia pun memutuskan untuk mengadukannya kepada wawa, guru pembimbingnya. Namun, wawa bni sudah seperti berkata bahwa seperti itulah keadaannya. Tetapi ps tetap saja memohon dan memaksa agar diikutkan ke pentas tersebut. Sehingga wawa pun akhirnya setuju dan memutuskan untuk berunding kembali dengan usi, guru pembimbing musik yang satunya.

Wawa: ayolah, bukan hanya muridmu saja yang ingin tampil, muridku juga sudah berusaha keras untuk masuk ke club ini.

Usi: baiklah, jika memang seperti itu, lakukan saja yang terbaik dan kalahkan kami.

Wawa: baik, kita akan lihat nanti.

Adegan 6:

Satu bulan kemudian… semua murid sudah berlatih dengan giat dan tekun, saatnya pentas dimulai. Semuanya sudah mendapatkan gilirannya masing masing, sekarang saatnya pupu dan teman temannya bernyanyi.

Pupu, Liya, dan Septia akhirnya menyanyikan lagu “the boys”. Saat mereka selesai bernyanyi, tepuk tangan terdengar riuh rendah. Mereka pun turun dari panggung dan selanjutnya adalah giliran kelompok Ps, Rarap dan Berli yang akan membawakan lagu “only hope”. Setelah pertunjukkan mereka selesai, respon dari penonton jauh lebih meriah daripada penampilan Pupu dan teman temannnya.

Saat juri memutuskan untuk memberitahukan siapa pemenangnya, semua murid yang tadi ikut berlomba berkumpul diatas panggung.

Wawa: baiklah, ini dia juara kedua kita… Pupu, Liya, dan Septia.

Penonton: (bertepuk tangan)

Usi: dan inilah juara pertama kita, Ps, Rarap dan Berli.

Penonton: (bertepuk tangan lagi)

Pupu dan Liya terkejut, sedangkan Septia memberikan selamat kepada Ps dan teman temannya. Kemudian Liya pun mengikutinya, setelah itu dia pun berkata.

Liya: ayolah, kita tidak bisa seperti ini terus menerus. Ayo kita minta maaf dengan mereka.

Pupu: tapi.. tapi.. (katanya terbata bata)

Liya: ayolah, kita sudah kalah telak. Apalagi yang ingin kita sombongkan?

Pupu: baiklah.. emm, Ps, aku minta maaf jika selama ini aku menyulitkanmu.

Ps: tak apa, aku mengerti alasanmu membenciku saat itu

Pupu: maaf

Ps: tidak, ini salahku juga karena selalu membuatmu tak terlihat seperti sahabat.

Pupu: hahah, tak apa, lupakan saja. Itu sudah berlalu

Ps: ya, tentu saja.. jadi kita berteman lagi?

Pupu: tidak, kita bersahabat lagi

Pada akhirnya semua pun kembali seperti semula bahkan lebih baik dan berakhir bahagia. Mereka berteman. Tradisi murid istimewa yang diabaikan, ditiadakan. Semua berjalan sempurna, hingga waktu yang akan datang, semua murid club musik mencapai cita citanya dengan kerja keras, mereka telah sukses dan tetap berteman.

 

Dikutip dari: http://pupujuniar.blogspot.com/2012/04/naskah-drama-10-orang-sahabat-yang.html

Mendung

blog
 
mendung dikala itu membuatku bergegas tanpa sadar. aku hanya tak ingin saat saat seperti ini terulang kembali. merasuki benakku yang mudah linglung. tak mengerti karena apa. mungkin hanya hatiku yang terlalu lama kosong tak berpenghuni. sehingga membuatku secara tak sadar selalu gundah jika hari mendung, mengingatkan betapa gelapnya hati ini tanpa dirimu, sang mentari..
 
yang kulakukan ketika mendung kembali menghampiri adalah tertawa mengutuk diri. betapa bodohnya diri ini, yang selalu saja merindukan sang mentari yang tak mungkin kembali. ya, siapa yang mengira dirinya dapat menakhlukkan hati ini? menjadikan dirinya sebagai mentari yang selalu menghangatkan hati ini. siapa yang mengira? tak ada, tak seorangpun. bahkan aku..
 
langkahku terhenti di sebuah kedai kopi. entah kenapa kaki ku tergerak menuju kedai yang dingin ini. aku telah sampai ditempat yang hangat jika dipikirkan dengan logika. karena di dalamnya ada dua cerobong, di kedua sisi kedai yang sedang dihidupkan. namun kedai ini merupakan bagian dari masa lalu ku dengan dirinya. itulah yang membuatku merasa sesak untuk bernapas ketika mengingatnya. kemudian dinginnya udara akan menjalar ke hati ini, hati yang begitu rapuh ketika kau tak lagi disini. menemaniku. bahkan menghangatkan hari hari ku selayaknya mentari..

Hujan

blog2
 
hujan tak selamanya.. indah. hujan tak selamanya.. menyenangkan. buatku. entah jika mereka yang kalian tanya. aku memiliki kenangan buruk tentangnya. bahkan aku terlalu takut untung mengingatnya, mengenangnya. sakit. hanya satu kata yang akan terucap dari bibir ini. tak lebih, tak kurang. ya, hanya itu saja..
 
bagiku hujan adalah bencana. pengingat kepingan masa lalu yang telah lama kupendam sendirian. sebenarnya tak ada yang bersalah disini. kau dan aku hanyalah teman lama yang tak sengaja Tuhan persatukan kembali. aku bersyukur mengenai itu, tapi tidak untuk kisah selanjutnya. maaf Tuhan, bukannya diriku egois memaksakan kehendakku sendiri atau ingin menentang takdir yang telah kau gariskan. hanya saja.. ini terlalu berat untuk ku tanggung sendirian. benar, memang diri-Mu telah berikan aku pundak pundak yang lain. tapi maafkan diri ini lagi Tuhan, namun yang kubutuhkan sekarang hanyalah dirinya..
 
selamanya aku tak akan mungkin melihatmu. karena itu kau tak sengaja, tak datang saat aku mengajakmu bertemu. kau tak sengaja membuatku kecewa. kau juga tak sengaja membuatku menunggu dibawah derasnya air hujan kala itu..
 

Pewarisan Sifat

  1. PEWARISAN SIFAT

Genetika adalah Ilmu tentang penurunan sifat-sifat pada makhluk hidup. Abad ke-19. Johan Gregor Mendel melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana sifat sifat yang dimiliki oleh induk kepada keturunannya. Awal abad ke-20 penelitian Mendel diakui ahli biologi lainnya. Mendel ditetapkan sebagai Bapak Genetika dsan prinsip dasar penurunan sifat (Hukum Mendel)

  1. Penelitian Mendel

Objek penelitian adalah kacang kapri. Alasan mengapa dipilih kacang kapri:

  1. Memiliki tujuh pasang sifat yang kontras (panjang batang, letak bunga, bentuk biji, warna biji, warna kulit biji dan bunga, bentuk polong, warna polong).
  2. Memiliki bunga sempurna sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri.
  3. Mudah dipelihara dan disilangkan.
  4. Mempunyai keturunan yang banyak.
  5. Mempunyai daun hidup yang pendek sehingga cepat menghasilkan keturunan.

Penilitian berikutnya menggunakan galur murni (makhluk hidup yang melakukan penyerbukan sendiri secara berulang-ulang akan menghasilkan keturunan dengan sifat yang selalu sama). Kemudian Mendel menyilangkan dua varietas dengan sifat yang kontras.

Hipotesis Mendel:

  1. Sifat pada organisme atau individu dikendalikan oleh faktor dari induk jantan dan betinanya.
  2. Setiap pasangan fktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya.
  3. Jika faktor tersebut terdapat bersama-sama dalam suatu tanaman, maka faktor dominan akan menutupi faktor resesif.
  4. Pada waktu pembentukan gamet (pembelahan meiosis) alela akan memisah secarabebas.
  5. Individu murni mempunyai pasangan sifat yang sama, yaitu dominan saja atau resesif saja.

Persilangan induk (P) dengan sifat kontras

Keturunan pertama (f1) yang dihasilkan

Batang tinggi >< batang pendek

Batang tinggi

Bunga diketiak batang >< bunga diujung batang

Bunga diketiak batang

Biji bukat >< biji keriput

Biji bulat

Biji kuning >< biji hijau

Biji kuning

Kulit biji berwarna >< kulit biji putih

Kulit biji berwarna

Polong gembung >< polong bersekat

Polong gembung

Polong hijau >< polong kuning

Polong hijau

Munculnya sifat resesif pada F2 karena sifat beda yang diturunkan oleh induk kepada keturunannya terdapat berpasangan. Semua F1 tampak berbatang tinggi karena faktor tinggi menutupi faktor pendek atau faktor tinggi bersifat dominan sehingga faktor pendek tidak tampak pada F1.

Macam macam penyerbukan silang:

  1. Monohibrid: penyerbukan silang dengan satu sifat beda
  2. Dihibrid: penyerbukan silang dengan dua sifat beda
  3. Trihibrid penyerbukan silang dengan tiga sifat beda
  4. Polihirid: penyerbukan silang dengan lebih dari tiga sifat beda
  1. MONOHIBRID

Persilangan dua individu dengan satu sifat beda menurun kan sifat dominan apabila sifat keturunannya sama dengan salahsatu sifat induknya. 

  1. Persilangan Monohibrid Dominan Penuh

Perhatika contoh Persilangan berikut. Contoh: Tanaman kacang ercis berbatang tinggi disilangkan dengan kacang ercis berbatang pendek. F1 semuanya berbatang tinggi. Kemudian F1 dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri . Hasil yang diperoleh yaitu F2 yang berbatang tinggi dan berbatang pendek dengan perbandingan 3 : 1.

 Persilangan ini dapat dilihat dalam bagan berikut : 

Parental 1 (P1)

Kacang ercis Batang Tinggi

>< 

Kacang ercis Batang Pendek

Genotipe

T T

>< 

t t

Fenotipe

Tinggi

 

Pendek

Gamet

T dan T

 

t dan t

Filial (F1)

 

T t

Fenotipe : Batang Tinggi

Parental 2 (P2)

Kacang ercis Batang Tinggi

>< 

Kacang ercis Batang Tinggi

Genotipe

T  t

 

T   t

Gamet

T dan t

>< 

T dan t

Kemungkinan kombinasi pada F2 adalah sebagai berikut : 

          Gamet

Gamet

T

t

T

TT (Tinggi)  .1

Tt (Tinggi)   .2

t

Tt  (Tinggi)  .3

Tt (pendek)  .4

Pada persilangan ini , gen untuk faktor Tinggi (T) dominan terhadap gen untuk faktor pendek (t). Maka Individu bergenotipe Tt (no. 2 dan 3) akan memiliki fenotipe tinggi.Perbandingan fenotipe F2 pada persilangan monohibrid dominan penuh adalah : Tinggi : Pendek = 3 : 1Perbandingan Genotipe nya adalah : TT : Tt : tt = 1 : 2 : 1 

  1. Persilangan Monohibrid Intermediet

Perhatikan contoh :Tanaman Antihinum majus galur Murni merah (MM) disilangkan dengan galur murni putih (mm). Dari persilangan itu diperoleh hasil F1 yang semuanya berbunga  merah muda . jika F1 ini ditanam dan diadakan penyerbukan dengan sesamanya, maka F2 menghasilkan tanaman berbunga merah, merah muda, dan putih dengan perbandingan : 1 : 2 : 1. Persilangannya dapat dilihat sbb: 

 

P1

Tanaman berbungamerah

>< 

Tanaman berbunga            Putih

Genotipe

MM

>< 

              mm

Gamet

M dan M

 

          m dan m

F1

 

Mm

Fenotipe : berbunga merah muda

P2

Mm (merah muda)

>< 

Mm (merah muda)

Gamet

M dan m

>< 

M dan m

Kemungkinan terjadinya kombinasi pada F2 adalah : 

       Gamet

Gamet

M

m

M

MM (Merah) 1

Mm (merah muda)  2

m

Mm (merah muda)  3

Mm (putih)   4

Perbandingan Fenotipe F2 pada persilangan monohibrid intermediet adala ; merah : merah muda : putih = 1 : 2 : 1Perbandingan Genotipenya : MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1 

  1. Test Cross

Digunakan untuk menentukan genotipe individu berfenotipe tinggi adalah EE atau Ee. Dilakukan dengan menyilanhkan individu yang ingin diketahui genotipenya dengan individu yang genotipenya homozigot resesif.

Kemungkinan:

  1. Apabila tanaman bergenotipe EE disilangkan dengan genotipe homozigot resesif (ee), maka keturunan yang dihasilkan semuanya berfenotipe batang tinggi.
  2. Apabila tanaman bergenotipe Ee disilangkan dengan genotipe homozigot resesif (ee), maka keturunan yang dihasilkan setengah genotipe Ee (batang tinggi) dan setengah lagi bergenotipe ee (batang pendek).

2 . DIHIBRID

Persilangan dua individu dengan dua sifat beda atau lebih menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotipe dan genotipe tertentu. Mendel dalam percobaannya menggunakan kacang ercis galur murni yang mempunyai biji bulat warna kuning dengan galur murni yang mempunyai biji keriput warna hijau. Karena bulat dan kuning dominan terhadap keriput dan hijau, maka F1 seluruhnya berupa kacang ercisberbiji bulat dan warna biji kuning. Biji-biji F1 ini kemudian ditanam kembali dan dilakukan penyerbukan sesamanya untuk memperoleh F2. Keturunan kedua F2 yang diperoleh adalah sebagai berikut. Persilangan tersebut adalah persilangan dua individu dengan dua sifat beda yaitu bentuk biji dan warna biji.

B = bulat, dominan terhadap keriput

b = keriput

K = kuning, dominan terhadap hijau 

k  = hijau 

P1

Kacang ercis berbiji bulat warna kuning

>< 

Kacang ercis berbiji keriput warna hijau

Genotipe

BBKK

>< 

bbkk

Gamet

BK dan BK

>< 

bk dan bk

F1

 

BbKk

Fenotipe : berbiji bulat warna kuning

P2

BbKk

>< 

BbKk

Gamet

BK,B k,bK,bk

>< 

BK,Bk,bK,bk

 Kemungkinan terjadinya kombinasi pada F2 adalah Sbb : 

 

             Gamet

 Gamet

BK

Bk

bK

Bk

 

BK

BBKK

1

BBKk

  2

BbKK

3

BbKk

4

 

Bk

BBKk

  5

BBkk

6

BbKk

7

Bbkk

8

 

bK

BbKK

9

BbKk

10

bbKK

11

bbKk

12

 

bk

BbKk

13

Bbkk        

14

bbKk

15

bbkk

16

                         

 Individu yang mengandung B memiliki biji bulat dan individu yang mengandung K memiliki biji warna kuning.Fenotipe pada F2 adalah

  1. bulat – kuning    = nomor : 1 , 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13
  2. bulat – hijau       = nomor : 6, 18, 14
  3. keripit – kuing   = nomor : 11, 12, 15
  4. keriput – hijau    = nomor : 16

Perbandingan Fenotipe F2 adalah : bulat – kuning : bulat – hijau : keriput – kuning : keriput – hijau= 9  3 : 3 : 1 Kemungkinan macam genotipe dan fenotipe pada dihibrid F2 : 

Kemungkinan ke-

Kotak nomor

Genotipe

Fenotipe

1

1

BBKK

Bulat kuning

2

2, 5

BBKk

Bulat kuning

3

3, 9

BbKK

Bulat kuning

4

4,7, 10, 13

BbKk

Bulat kuning

5

6

BBkk

Bulat hijau

6

8, 14

Bbkk

Bulat hijau

7

11

bbKK

Keriput kuning

8

12, 15

bbKk

Keriput kuning

9

16

bbkk

Keriput hijau

  1. a) Formula untuk menentukan jumlah gamet:

Sifat beda dilambangkan dengan n, maka jumlah gamet 2n

  1. b) Rumus untuk menentukan jumlah macam genotipe F2”

Sifat beda dilambangkan dengan n, maka jumlah macam genotipe f2 yang terbentuk 3n.

P1 : BB >< bb

G  : B    >< b

F1 : Bb

P2 : F1  >< F1

 

B

b

B

BB (bulat)

Bb (bulat)

b

Bb (bulat)

Bb (kisut)

  1. c) Rumus untuk menentukan jumlah macam fenotipe F2:

Sifat beda dilambangkan dengan n, maka jumlah macam fenotipe F2 adalah 2n.

  1. HUKUM MENDEL

Hukum I dan II

Hukum I Mendel (Hukum Segregasi atau hukum Pemisahan alel-alel dari suatu suatu gen yang berpasangan). Dalam peristiwa pembentukan sel kelamin (gamet), pasangan-pasangan alel memisah secara bebas. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan satui sifat beda (Monohibrid).II.      

Hukum II Mendel (Hukum pengelompokan gen secara bebas atau asortasi). Dalam peristiwa pembentukan gamet, alel mengadakan kombinasi secara bebas sehingga sifat yang muncul dalam keturunannya beraneka ragam. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan dua sifat beda (dihibrid) atau lebih.

  1. PENERAPAN PEWARISAN SIFAT

Digunakan untuk menentukan jenis kelamin pada lalat buah, sifat sifat yang diwariskan induk kepada keturunannya (terpauk kromosom seks atau tidak).

  1. Penemuan bibit unggul

Bibit unggul adalah bibit yang mempunyai sifat sifat baik sesusai dengan kebutuhan manusia, dimana sifat sifat baik ini dapat dikumpulkan pada satu individu melalu perkawinan silang.

Ciri ciri pada tumbuhan:

  • Cepat menghasilkan buah
  • Tahan terhadap hama dan penyakit
  • Bijinya sedikit
  • Buahnya banyak
  • Buah besar dan enak
  • Tahan terhadap perubahan cuaca dan kondisi tanah yang berlainan

Ciri ciri pada hewan:

  • Menghasilkan telur lebih banyak dan besar
  • Menghasilkan daging atau susu yang banyak dan tahan terhadap penyakit
  1. Penentuan jenis kelamin

Kelamin pria maupun wanita ditentukan oleh sepasang kromosom seks yang terdiri atas kromos X dan Y. Pada wanita terdiri atas dua buah kromososm X(XX) sedangkan pria memiliki kromosom X dan Y (XY). Penentuan jenis kelamin juga dapat dilakukan pada lalat buah. Perbedaannya, kromosom Y pada lalat buat tidak mempengaruhi penentuan jenis kelamin.

  1. Pewarisan terpaut  seks

Gen terpaut seks adalah gen yang berada pada kromosom seks dan pada umumnya terdapat paad kromosom X. Sifat yang dikendalikannya akan bergabung dengan jenis kelamin tertentu dan diwariskan dari induk kepada keturunannya melalui kromosom seks.

  1. a) Buta warna:

Penyakit menurun yang ditentukan oleh gen resesif dan terpaut pada kromosom X. Terjadi pada wanita yang memiliki kedua alel yang resesif. Terjadi pada pria yang memiliki satu alel pada kromosom Xnya tidak membawa resesif.

  1. b) Buta warna:

Penyakit menurun yang ditentukan oleh gen resesif yang terpaut seks pada kromosom X. Hemofilia adalah kelainan pada darah, yakni jika terjadi luka maka darah akan sukar membeku.

  1. c) Albino:

Penyakit menurun yang dibawa oleh gen resesif yang tidak terpaut pada kromosom seks. Kondisi geneteis yang tidak sempurna yang menyebabkan organisme tidak dapat membentuk pigmentasi pada kulit dan bagian bagian tubuh yang lain.

  1. d) Golongan darah:

Bersifat genetis, yakni diturunkan dari orang tua kepada anaknya, menurut Landstainer golongan darah manusia dibagi menjadi: A, B, AB, O.

 

Dikutip dari: http://pupujuniar.blogspot.com/2012/05/pewarisan-sifat.html

Dialogue – Polite Expressions

Berli: hey, could you help me to take the candy, please?

Pupu: ok, how much do you need?

Berli: not much, maybe four candies I need

Pupu: oh, yeah. Here you are. Hey, have you heard the news about the 49 days movie will be end?

Berli: really?

Pupu: yeah, of course. You do not know?

Berli: actually I know the movie, but I did not really notice

Pupu: oh, yeah i see.

Berli: by the way, when the movie will be end?

Pupu: next week, maybe

Berli: are you sure? The story was too interesting, so it does not seem about to expire

Pupu: absolutely. Did you like this movie?

Berli: of course, don’t you?

Pupu: yeah, i like this movie too

Berli: how do you think the ending of this movie?

Pupu: I don’t know, but my friend told this story will end up sad, because the main character will            die

Berli: oh yeah? What the 49 days journey will end and failed?

Pupu: of course not, he got three drops of tears at the last second

Berli: interesting story. Do not you go ahead, I’ll see it later

Pupu: ok 🙂

 

Credit by: http://pupujuniar.blogspot.com/2012/05/dialogue-polite-expressions.html